Arsitektur Dan Lingkungan
Dasar kehidupan manusia mencakup pembangunan dan pemukiman. Hal
ini menjadi titik cara untuk kita membangun, tetapi tentang dasar dasar dasar
kehidupan ini telah disingkirkan.
Tujuan:
-membangun perlindungan terhadap penghuni.
-membangun kenyamanan untuk penghuni.
-hasil arsitektur harus sesuai untuk kediaman atau pemukiman
manusia.
Kehidupan manusia terbagi menjadi
dua, yaitu alam dan teknik. Teknik mempunyai kekurangan, teknik diciptakan
untuk membantu jika proses bioloigik terlambat atau memakan waktu yang lama. Tetapi
penggunaan teknik yang berlebihan dapat mengakibatkan keadaan kritis yang
berkaitan dengan biologi, psikologi dan ekologi. Keadaan kritis tersebut
merupakan harga yang harus dibayar atas keuntungan teknik yang sangat terbatas,
untuk itu arsitektur biologik akan mempergunakan teknologi alam untuk
menetralisasi keadaan tersebut. Arsitektur biologik adalah sebagian dari
aritekur ekologik yang jauh lebih luas dan rumit karena juga memperhatikan
pengaruh pembangunan alternatif, bionik (tekniik dan konstruksi biologik),
iklim dan keadaan setempat serta biologi pembangunan.
1.Holistik
Konsep Ekologi Arsitektur Yang Holistik
ekologi arsitektur mengandung juga bagian dari arsitektur biologik, alternatif, biologi pembangunan, arsitektur matahari, dan bionik, maka arsitektur ekologik mencakup hal yang sangat luas dengan semua bidang.
2.Hemat Energi
Manusia hidup dalam berbagai kegiatan dan untuk mewujudkan itu manusia memerlukan energi tetapi berhubungan juga dengan konsep arsitektur dan lingkungan, karena energi itu ada yang terdiri dari unsur yang tidak kekal, untuk itu manusia perlu menghemat energi agar tercipta keharmonian antara manusia, tempat berlindung dan lingkunganya
3.Material Ramah Lingkungan
Adapun prinsip-prinsip ekologis dalam penggunaan bahan seperti:
-Menggunakan bahan baku, energi, dan air seminimal mungkin
-Semakin kecil kebutuhan energi pada konstruksi akan memperkecil pula limbah yang dihasilkan
-Bahan-bahan yang seharusnya tidak digunakan seharusnya diabaikan
-Bahan-bahan sebaiknya memakai bahan yang dapat dihasilkan kembali (daur ulang)
-Bahan yang digunakan harus terhindar dari bahan-bahan yang berbahaya seperti, logam berat, chlor
4.Peka Terhadap Lingkungan
Pengaruh iklim terhadap bangunan. Bangunan sebaiknya dibuat secara terbuka dengan jarak yang cukup diantara bangunan tersebut agar gerak udara terjamin. Orientasi bangunan seharusnya memperhatikan arah lintas matahari dan angin yang berorientasi pada bangunan supaya manusia merasakan kenyamanan antara bangunan dengan lingkungan
sumber: -Ir. Heinz Frick/ Kanisius/ Arsitektur Dan Lingkungan
-http://arsitekturdanlingkungan.blogspot.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar